Sabtu, 08 November 2008

Buat Semua Temanku Di Jatinangor


24 Februari 2008


Hari ini aku kehilangan seorang teman, lagi…
pedih rasanya, hampir seperti patah hati, patah hati yang berulang-ulang selama kurun waktu 4 bulan ini melihat mereka pergi satu demi satu.
Dari empat yang ada di tempat kos sekarang, belum lagi ditambah 2 orang yang menumpang di kosan untuk menyelesaikan skripsi, 6 orang total sekarang hanya tinggal aku dan seorang lagi temanku disini.
mereka semua adalah temanku, teman baik lebih tepatnya, walaupun aku bukanlah teman yang baik bagi mereka, tapi aku selalu berusaha menjadi teman yang baik, percayalah aku selalu berusaha untuk itu.

Kalau memang ada kata-kata, sikap, atau perilaku yang membuat kalian benci atau bahkan dendam denganku, aku minta maaf untuk itu semua, ketahuilah aku tidak pernah bermaksud seperti itu.
Maafkan juga kalau ada yang merasa tidak aku anggap sebagai teman karena mungkin aku tidak pernah curhat atau menceritakan masalahku kepadamu, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya butuh seseorang yang aku percaya. Aku tidak mudah untuk percaya dengan orang lain.
Aku juga tidak ingin orang lain merasa terbebani dengan masalahku, karena kalian pasti punya masalah-masalah kalian sendiri.
Lagipula aku berpikir untuk apa aku berbagi masalah, karena mau tidak mau aku sendirilah yang akan menyelesaikan masalahku itu sendiri, dengan tenaga dan dengan pikiranku sendiri.
Lagipula juga dengan berpikir dan berusaha sendiri aku bisa belajar dari pengalamanku itu.

terimakasih buat semuanya, terimakasih telah menjadi temanku.
Terimakasihku yang sebesar-besarnya untuk Togar, terimaksih telah memberiku tempat berlindung dikala aku tidak lagi mempunyai tempat untuk berlindung dan untuk banyak lagi hal lainnya yang luput dari perhatianku, aku tidak tahu dengan apa aku bisa membalasnya. Terimakasih buat Lucky, Amonk, Nobenk, lo adalah teman yang sangat baik meskipun gw selalu menyusahkan lo semuanya.
Anton, Surya terimakasih, lo berdua membuat gw semangat menyelesaikan skripsi.
Buat Bebek dan Dadan, sebelumnya gw ngucapin terimakasih buat tumpangannya, maaf ngerepotin kalian.
Terimakasih buat Bu Ade (Almh.) atas kas bonnya, semoga arwahnya diterima disisi Tuhan dan dosa-dosanya diampuni.
buat semuanya yang merasa diri teman atau mungkin musuh, terimakasih, kalian semua sangat berarti buat gw.

Tak terasa 7 tahun sudah aku disini, tidak ada rasa sesal menghabiskan 7 tahun umurku di tempat ini, karena aku mempunyai teman yang baik dan aku mempunyai pengalaman-pengalaman yang menjadi pelajaran berharga buatku. Itu semua membentuk aku seperti sekarang ini.
Dimana ada pertemuan, disitu pulalah pasti akan ada perpisahan. Aku rasa ini adalah waktu untuk berpisah. I love u guys, u’re the best! and the best for you all!

Jumat, 31 Oktober 2008

The Power of Weakness

Setiap orang pasti pernah mengeluh tentang kehidupannya.
Kenapa begini, kenapa begitu...
kenapa dia kaya? kenapa aku miskin?
kenapa dia bisa? kenapa aku tidak bisa?
kenapa dia pintar? kenapa aku bodoh?
kenapa dia bisa lulus? kenapa aku belum? ;-p
kenapa aku bisa gagal?

kenapa?

kenapa aku tidak bekerja?
kenapa aku tidak berusaha?
kenapa aku tidak belajar?
kenapa aku masuk sastra jerman? hehe
kenapa aku tidak mencoba kembali?

semua pertanyaan yang aku kemukakan dalam semua keluhan tentang hidup ini ada jawabannya, tidak ada pertanyaan yang dibiarkan tidak terjawab.

setiap malam kalau aku berjalan menuju warnet, mungkin juga malam ini... jika aku beruntung aku akan selalu diingatkan.
diingatkan bahwa keadaanku lebih baik daripada mereka,
tetapi ada pelajaran lebih berharga dari mereka, bagaimana mereka berjuang dalam kelemahan mereka, bagaimana kelemahan itu memotivasi mereka (atau lebih tepatnya memaksa mereka) untuk bekerja.

Mereka adalah para "penjual bambu"
bayangkan dari Sumedang/Tanjungsari mereka berjalan sekitar 30 Km menuju Rancaekek atau Cileunyi, berjalan, memakai kaki bukan yang lain.
naik, turun, melewati jalan pegunungan.
berangkat tengah malam, pulang sore. hanya demi uang tidak seberapa +/- 30.000-,
itupun tidak setiap sore dia pulang, hanya kalau dagangannya habis. Kadang2 bisa sampai 2-3 hari tidak pulang.

Kadangkala aku ingin kembali seperti keadaanku dahulu, powerless... sehingga dari kelemahanku itu akan muncul kekuatan, kekuatan yang memaksa aku untuk bertahan.
sekedar bertahan atau menjadi lebih sehingga aku dapat merubah dunia
dunia terlau luas, paling tidak aku bisa merubah dunia di dekatku.

kelemahan menyimpan kekuatan
tapi tanpa kekuatan aku lemah

Selasa, 28 Oktober 2008

Terlintas di Pikiranku

ketika pertama kali aku melihatmu
seseorang telah melihatmu terlebih dahulu
ketika aku ingin mengenalmu
seseorang telah mengenalmu lebih dekat
ketika aku suka kamu
seseorang telah menyatakan cintanya padamu
ketika aku mencoba bertahan
seseorang bertahan lebih lama dariku
ketika aku menganggap kamu istimewa
seseorang meninggikanmu layaknya sang ratu
ketika aku membawakanmu segudang mimpi
seseorang membawakanmu nirwana

apapun yang aku lakukan
seseorang melakukannya lebih
setiap aku melangkah
seseorang melangkah jauh didepanku

tampaknya aku kehilangan
kehilangan kepercayaan pada diriku sendiri
aku telah melakukan yang terbaik menurutku
tapi, disekitarku dan disekitarmu
begitu banyak seseorang yang "lebih" daripada diriku

apalah artinya diriku dibandingkan mereka?

June 4th, 2007 by buenaventura

People can’t face it alone, they can’t ,even they will.

who said that people gonna be there when we needed them so much?
who said that i gonna be there when someone needed me so much?
they will come? no! instead they have things to deal with you. it’s all about economically benefit.
or is it?
maybe not with a lover, they will be there for someone that he/she love, because of what? just because a common chemistry between them? an aphrodisiac they said? people said that love will devastate, its only last for 3 - 5 years long.
what about people under a marriage? do they still depend on this chemistry things? chemistry that blinded people who fall in love?
if they decided to married, take a vow in front of GOD (but let GOD have no deal with it, lets change it with each other) because GOD is invisible, people more frightened to their boss instead of GOD hehe.
they decided to take a vow to each other, "till death do us apart!"
do they mean it? absolutely! because their chemistry? yes
or commitment to each other? i think this one sound better for me.
they have committed (or is it commitmented? hehe), dedication, devotion, allegiance, loyalty, faithfullness to their pair.
love is the tool to make it easier to do, just it and in the end just commitment to each other.
is the commitment that decided in 5 years later they got divorce or not?
is the commitment that people decided to stayed with their pair and raised their children together.
it’s not because emotion had controlled people’s mind, if emotion speaks, like me and you said before "it will last no longer than 5 years" yes it’s true.

i’m gonna break your pattern.
why you want to get out from my life?
you dont want to hurt me? it’s make me hurt even more! you don’t want to disappointing yourself either? is it true? search deep in your heart, not your mind, why you feel disappointed? by who? i guess by your own mind.
don’t let your mind controlled yourself, you have a heart, use it!

go and face the world with your own, but look around you, no one saves you?
even they all an intender, someone who only needed you because an economycal benefits, but hey, they saves you in your life, is that right?
how many times people saves you?
people can’t face it alone, they can’t ,even they will.